Tas merupakan barang yang tidak terlepas dari banyak kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, terkait dengan para pelajar, pekerja, dan profesi lainnya. Dari itu, rasanya tidak ada salahnya mengenali sedikit material yang biasa diperlukan dalam membuat tas. Khususnya bahan utamanya yaitu kain.

Untuk dapat bersaing di pasaran, model tas pun terus dikembangkan mengikuti trend yang ada guna menarik perhatian para peminat. Meskipun begitu, fungsi keberadaanya tetap diperhitungkan yakni sebagai tempat menaruh atau menyimpan barang-barang, seperti barang/perlengkapan untuk bekerja, sekolah dan lain sebagainya. Terkait dengan fungsinya tersebut, pengetahun tentang bahan-bahan tas ini mungkin diperlukan terutama bagi yang ingin membuat tas dalam skala besar seperti untuk keperluan seminar, dan lain-lain.

Mengenal Bahan atau Material Utama!

Berikut beberapa bahan utama yang biasa digunakan dalam membuat tas:

1. Bahan Kulit

Selain bahan kain, bahan kulit sudah umum menjadi bahan dasar untuk pembuatan sebuah tas. Harga tas dengan bahan kulit jauh lebih mahal dibandingkan dengan tas berbahan kain. Hal tersebut bisa disebabkan karena faktor bahan kulit yang susah didapat serta ketahanan produknya (tahan lama atau lebih awet dibandingkan tas kain). Bahan Kulit itu sendiri ada yang terbuat dari kulit asli maupun sintetis. Kalo kulit asli, pastinya lebih mahal ketimbang yang sintetis. Kulit yang biasa digunain untuk membuat tas bisa berasal dari kulit ular, kulit buaya, kulit sapi, kulit kambing dan lainnya.

Cara membedakan kulit asli dengan sintetis dapat dilihat dari fisik tampilannya. Kulit asli permukaanya tidak rata, pori-porinya tidak beraturan dan tidak konsisten karena memang alami. Sedangkan untuk kulit sintetis atau imitasi permukaanya cenderung rata dan teratur.

2. Bahan Polyster

Salah satu jenis bahan yang termasuk polyster yaitu dinier, bahan jenis polyester fabric yang biasa digunakan untuk pembuatan tas ransel, tas laptop dan lain sebagainya. Bahan ini pada umumnya tebal sehingga sering digunakan bagi yang menginginkan tas yang bersifat durable dan tahan lama. Type lainnya dari jenis ini yaitu Dolby, jenis polyester fabric ini harganya diatas dinier, sering digunakan untuk tas ransel atau gym/fitness bag, terkesan nampak lebih glossy (mengkilap) dan waterproof.

Bahan atau kain polyster yang biasa digunakan untuk pembuatan tas ini dikenal tahan lama, tidak mudah kusut, dan lebih cepat kering saat dijemur. Kelebihan lainnya yaitu lebih tahan terhadap berbagai bakteri, tahan air (water-resistant) dan juga tidak mudah kusut ataupun melar, serta tahan terhadap pencucian kimia atau dry cleaning maupun pelarut organik. Namun, polyester juga memiliki kelemahan yaitu tidak bisa menyerap keringat sehingga terasa panas saat digunakan di cuaca yang panas, bahan mudah terbakar sama halnya dengan kebanyakan bahan kain sintesis lainnya karena bahan bahan tersebut terbuat dari polimer.

3. Bahan Denim/Jeans

Bahan denim berasal dari sebuah kota di Prancis, bernama Nimes. Awalnya bahan ini disebut Serge de Nimes, lalu kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims). Denim merupakan material kain yang kokoh terbuat dari katun twill. Teksturnya mirip karpet namun lebih tipis dan halus. Pertama kali diciptakan, denim hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Tapi seiring berkembangnya zaman, dibuatlah warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, putih khaki, dan warna-warna lainnya. Bahan denim umumnya digunakan dalam pembuatan celana, seiring berkembangnya zaman kini digunakan juga dalam pembuatan tas denim yang keren dan trendi. Selain dari ketahanannya (awet), kelebihan dari tas berbahan jeans ini yaitu mudah dibersihan dengan dicuci.

4. Bahan Kanvas

Bahan kanvas merupakan salah-satu jenis kain buatan pabrik yang berserat tebal dan sangat kuat. Salah satu bahan kanvas yang dikenal umum adalah kanvas lukis, fisik bahannya sedikit kasar dan tebal serta kaku. Sedangkan bahan kanvas yang jauh lebih halus dan lebih lembut serta tidak kaku disebut baby canvas. Tas yang menggunakan bahan baby canvas akan terlihat lebih premium dibandingkan menggunakan kanvas lukis.

Tas berbahan kanvas sangat bagus dan fashionable. Kelebihan lainnya dari penggunaan bahan kanvas pada tas yaitu cukup kuat atau tahan lama, sehingga banyak diaplikasikan dengan bahan lain pada finishing produk tas. Dari kreasi tersebut telah menjadi favorit masyarakat pada saat ini.

5. Bahan Blacu

Blacu pada dasarnya adalah turunan dari kain mori; yaitu kain tenun berwarna putih yang terbuat dari kapas dan biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat kain batik. Ada 2 jenis kain mori yaitu kain mori yang telah mengalami proses pemutihan atau bleaching dan kain mori yang belum diputihkan. Nah kain yang belum diputihkan tersebutlah yang juga disebut sebagai kain belacu. Kain mori pernah populer sebagai bahan pakaian yaitu pada era 1960–1970-an. Kini kain blacu yang harganya relatif terjangkau banyak digunakan terutama untuk goody bag acara-acara seperti seminar atau ulang tahun. Bahan blacu yang sering dijumpai berwarna putih gading (broken white) dengan serat sedikit kasar.

6. Bahan Spunbound

Bahan ini biasanya digunakan untuk sebagai bahan dasar pembuatan souvenir. Bahan ini dikenal sebagai kain laken (nonwoven/sisa kain yang dipress), bahan kain dengan struktur datar seperti lembaran, bukan ditenun tapi melalui ikatan serat dengan cara mekanik atau kimia. Kelebihan bahan ini mudah didapat, harga yang relatif murah, ramah lingkungan.

7. Bahan Corduroy

Corduroy adalah sejenis bahan textile yang terdiri dari serat-serat yang twisted, bersifat halus dengan tekstur yang bergaris-garis. Modern Corduroy atau corduroy modern pada umumnya terdiri dari berumbai tali, berbentuk bergerigi beludru. Bahan ini juga biasa dipakai untuk membuat baju, celana, jaket dan lain-lain.

8. Bahan Sutra

Digunakan pada tas pesta yang elegan dan aksesori pernikahan, dan kadang-kadang digabung dengan desain manik-manik.

9. Bahan Beludru

Beludru adalah kain yang mahal, berkilau, biasa digunakan pada tas tangan atau tas pesta.

10. Bahan Kain jerami

Terbuat dari rotan yang dianyam menggunakan tangan (handmade), biasanya digunakan pada tas musim panas, tas pantai, atau keranjang piknik. Sifatnya yang menyerap air menyebabkan tas yang dilapisi kain jerami ini mudah rusak jika terkena air.

11. Bahan Plastik

Tas berbahan plastik ini masih sering kita jumpai, mungkin salah satu alasannya dapat bertahan lama atau awet karena pada dasarnya bahan plastik sulit dicerna oleh alam hingga bertahun-tahun. Dari itu, plastik harus dimanfaatkan kembali atau di daur ulang supaya tidak merusak lingkungan.

Sumber : kipstyles.com

Mengenal Bahan atau Material Utama Tas